IBADAH MINGGU

Umum, Remaja & Sekolah Minggu

Pagi 10:00 - 12:00 WIB

Sore 17:00 - 19:00 WIB

SEKRETARIAT

Jl. Bulevar Gajah Mada 1900

Lippo Village, Karawaci, Tangerang, 

Banten 15811, Indonesia

Tel. +6221 55769919

eMail: sekretariat@grii-karawaci.org

  • Facebook - Black Circle
  • YouTube - Black Circle

MAILING LIST

Silakan mendaftar untuk menerima informasi Pelayanan dan Kegiatan GRII Karawaci melalui eMail.

 

GRII Karawaci @2019 All Right Reserved

MUTIARA KOTBAH 01

Oleh: Pdt. Agus Marjanto

Saya bertanya kepada saudara-saudara bila saudara diundang pergi ke suatu tempat, misalnya pergi ke Amerika atau ke Inggris dan bertemu Ratu Inggris disana dan saudara akan diajak berbicara disana. Bukankah itu sebuah priviledge. Saudara diundang dengan suatu undangan yang luar biasa, dan merupakan hak istimewa engkau diundang ke tempat Ratu Inggris berada. Di dalam acara penobatannya atau dalam ulang tahunnya. Benar-benar sebuah priviledge/ hak istimewa saudara bisa pergi kesana. Lalu saya bertanya, apakah mungkin Ratu Inggris akan belajar Bahasa Indonesia dan berbicara dengan kita? Tidak mungkin! Ada juga protokolnya akan menyuruh kita belajar Bahasa Inggris baik-baik dahulu.
 
Mari kita lihat sekarang, seluruh sejarah dari Allah yang mewahyukan diriNya kepada kita, seluruh langkah jejak kakinya, seluruh apapun yang dilakukannya, setiap detik yang dilakukan Allah kepada kita orang-orang yang dipilihNya, seluruhnya dari sejak penciptaan sampai Kristus, sampai gereja terbentuk, dan sampai seluruh perkataan-perkataanNya, seluruhnya adalah satu bentuk yang sama yaitu perendahan diri Allah di depan kita. Allah yang merendahkan diriNya.
 
Bukan Allah yang di atas sana yang membuat kita harus takut untuk menyembahNya. Seluruh raja-raja yang rendah, yang membangun dirinya dan mengangkat dirinya agar kita menghormati dia. Seluruh jenderal-jenderal menyatakan kekuatannya agar kita menyembahnya. Tetapi Allah tidak. Di dalam Yesus Kristus, dari seluruh sejarahnya dan sejarah gereja adalah Allah yang merendahkan diriNya di hadapan manusia yang dipilihNya yaitu saudara dan saya, untuk Dia membukakan diriNya agar saudara dan saya dapat mengenalNya, mendekatiNya, dan masuk ke dalam isi hatiNya.
 
Dan pada hari ini yang saya mau katakan adalah suatu hari perkataan ini tiba-tiba muncul. Di taman Getsemani Yesus berdoa dan menggumulkan apa yang menjadi kehendak Bapa dan bagaimana Dia akan menerimaNya. Lalu kemudian Dia datang kepada murid-muridNya dan didapati mereka semua sedang tidur. Lalu Yesus mengucapkan suatu kalimat. Pertama kali kalimat ini muncul, saya tidak menggubrisnya. Kemudian beberapa waktu yang lalu saya mulai membacanya dan sekali lagi hati saya tertusuk karena kerendahan hatiNya yang mengatakan, “Tidak kamu sanggup berjaga-jaga satu jam dengan Aku?” (Mat 26:40).
 
Kalimat apakah ini? Ini adalah kalimat dari Pencipta langit dan bumi. Ini adalah kalimat dari Logos itu, “Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah. Segala Sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatu pun yang telah jadi dari segala yang dijadikan.” (Yoh 1:1-3). Dialah Firman itu.
 
Tidakkah kamu sanggup berjaga- jaga satu jam saja dengan Aku? Kalau saudara-saudara melihat orang-orang yang dipakai Tuhan sepanjang sejarah gereja, satu hal yang paling inti dari seluruh pelayanannya adalah relasinya setiap hari dengan Tuhan. Mereka selalu mengajarkan kepada kita, setiap dari kita harus memiliki suatu relasi pribadi dalam secret time dan secret place bersama dengan Tuhan.
 
Saudara mau bertanya darimanapun saja, saudara bisa belajar dari siapapun saja orang-orang yang dipakai oleh Tuhan, saudara juga bisa belajar dari orang-orang Puritan. Mereka memiliki secret time dan secret place. Itu adalah waktu dan tempat tertentu dan bahkan isteri, suami, anak mereka, dan orang lainnya yang mereka cintai sekalipun tidak boleh pernah mengganggu waktu itu. Secret time dan secret place.