5 PANGGILAN KOMUNITAS GRII KARAWACI
DI TENGAH PANDEMI COVID-19

Tahun 2020 ini kita dikagetkan dengan pandemi COVID-19 (coronavirus disease 2019). Per hari ini, Sabtu April 25, lebih dari 2,8 juta manusia di lebih dari 200 negara terjangkit penyakit ini dan hampir 200.000 orang meninggal. Pandemi ini telah berdampak kepada setiap orang, tidak terlewatkan anak Tuhan dan bahkan dalam hal yang paling utama, ibadah kita. Banyak jemaat yang terdampak pada saat ini. Ada yang telah masuk terdaftar sebagai ODP dan PDP. Ada pula yang sudah positif COVID. Bahkan ada yang meninggal. Dampak lainnya termasuk dampak psikologis dan ekonomi.

Kita menolak theologi-theologi kemakmuran yang mengatakan bahwa sengsara adalah bukti bahwa kita kurang beriman di hadapan Tuhan. Di dalam Alkitab, orang yang paling saleh sekalipun, bahkan Yesus Kristus yang tidak berdosa, mengalami penderitaan besar di dalam dunia. Di dalam theologi Reformed, Allah berdaulat atas segala hal dan Dia dapat menggunakan bahkan penderitaan untuk kemuliaan Tuhan. 

Gembala kita, Tuhan Yesus, telah menjanjikan bahwa tidak ada satupun di dalam dunia ini, bahkan alam maut sekalipun, yang dapat menghancurkan gereja-Nya (Mat. 16:18). Demikian juga gereja lokal GRII Karawaci. Kesempatan dapat bersekutu, saling mengenal, dan saling berdoa selama bertahun-tahun ini seharusnya telah mempersiapkan kita untuk menghadapi pandemi COVID-19 ini. Pandemi ini tidak seharusnya menghancurkan komunitas GRII Karawaci. Bahkan, kalau Tuhan berkenan, kita semakin dikuatkan melalui proses yang sulit ini. 

Di tengah pandemi ini, ada 5 panggilan bagi komunitas GRII Karawaci

1. Panggilan untuk memperhatikan saudara seiman.

Ada saudara kita yang saat ini sedang mengalami kesulitan dan berduka. Bila kita masih hidup, mungkin Tuhan masih mau memakai hidup kita untuk memperhatikan saudara seiman kita. Tembok dan pintu yang mengurung kita saat ini tidak dapat memisahkan kita dari mereka. Ambil waktu pribadi atau bersama dengan keluarga kita, untuk mendoakan orang/keluarga lain. Angkat telpon kita dan saling menyapa, mendoakan, dan menguatkan. Bila Anda mengalami kesulitan atau mengetahui mereka yang sedang mengalami kesulitan, tapi mungkin enggan mengutarakannya, isi form ini. Ada sekelompok teman-teman di GRII Karawaci (Friends@GRII Karawaci) yang rindu untuk saling membantu. Bila Anda juga rindu untuk tergabung dalam kelompok Friends@GRII Karawaci, hubungi kami di friends@griikarawaci.org

2. Panggilan untuk bersaksi kepada dunia.

Orang Kristen dapat mengalami kesulitan. Orang Kristen juga dapat berduka. Tapi berbeda dengan orang dunia, kita telah merasakan kasih Allah dan karenanya memiliki pengharapan yang demikian berbeda dengan dunia. Kepada jemaat di Tesalonika yang sedang berduka, Paulus mengajak mereka untuk tidak berduka sebagaimana orang dunia yang tidak memiliki pengharapan (1 Tes. 4:13). Kiranya Tuhan memakai pandemi ini untuk membawa kita menyaksikan pengharapan yang ada pada kita (1 Pet. 3:15). Jangan sia-siakan pandemi COVID-19 ini. Bila Tuhan mampu membuat batu untuk berteriak memuliakan Dia, Tuhan dapat menggunakan kita, bahkan di tengah kesulitan pandemi ini, untuk bersaksi bagi Dia. 

3. Panggilan untuk menjadi imam dalam keluarga kita.

Melalui pandemi ini, keluarga lebih banyak hidup bersama. Suami/istri dan orang tua/anak jauh lebih banyak memiliki kesempatan untuk berkumpul. Bila sebelumnya orang tua harus bekerja sepanjang hari dan kehilangan kesempatan hidup bersama keluarga, di dalam kesesakan ini ada berkat Tuhan bagi keluarga. Jangan sia-siakan kesempatan indah ini.  Di saat seperti ini, orang tua harus meluangkan waktu lebih banyak mendidik anak-anak mereka, bukan hanya dalam pendidikan akademik sekolah, tetapi juga dalam kehidupan spiritual. Gunakan kesempatan ini agar orang tua, khususnya seorang ayah, dapat menjadi imam dalam keluarga. Ambil waktu untuk berdoa untuk dan bersama anak-anak Anda. Di gereja banyak keluarga yang juga memiliki masalah. Kiranya melalui isolasi diri, work from home, pembelajaran daring, Tuhan memberikan anugerah rekonsiliasi di dalam keluarga.  Jemaat GRII Karawaci, mari jalani panggilan kita di tengah pandemi COVID-19. 

4. Panggilan untuk merendahkan hati dan berharap di hadapan Tuhan.

Pandemi COVID-19 mengingatkan kita bahwa tidak ada satupun yang dapat kita banggakan dan harapkan di dalam dunia ini. COVID-19 dapat tertular kepada yang paling miskin sampai yang paling kaya, yang paling lemah sampai yang paling kuat. Dan siapa pun terdampak ketika harus mengisolasi diri, tidak dapat bekerja, bahkan berhenti berdagang. Kita diingatkan bahwa setelah kejatuhan dalam dosa, tidak seharusnya segala sesuatu berjalan sesuai dengan apa yang kita harapkan. Susah payah bersalin dan mencari rezeki, semak duri dan rumput duri, peluh, kesukaran dan penderitaan, dan keluh kesah adalah realitas dunia yang telah jatuh dalam dosa (Kej. 3:16-19; Mzm. 90:10; Rom. 8:22). Pandemi COVID-19 mengingatkan kita bahwa kita hanyalah seorang musafir di dunia yang sementara ini. ​Tetapi kejatuhan Adam bukanlah akhir dari cerita sejarah alam semesta ini. Ketika Adam jatuh dalam dunia, Allah langsung menjanjikan keselamatan (Kej. 3:15). Dan bukan hanya manusia saja, tetapi kematian dan kebangkitan Kristus memiliki dampak kosmik yang memperdamaikan segala sesuatu kepada Allah (Kol. 1:20). Melalui kematian Kristus di atas kayu salib dan kebangkitan-Nya, dunia yang akan datang tersebut telah ditaklukkan di bawah kaki-Nya (Ibr. 1:13; 2:8) dan dijanjikan kepada kita (Ibr. 2:5; 4:1-11). Walaupun kita masih dapat berduka, keyakinan atas dunia yang akan datang tersebut menjadikan kita tidak berduka seperti dunia berduka (1 Tes. 4:13). Kesulitan yang kita alami harus menjadi kesempatan kita semakin berharap di hadapan Tuhan.

5. Panggilan untuk tetap menikmati dan bersyukur kepada Tuhan. 

Setelah Allah berhenti dari pekerjaan penciptaan (Kej. 2:3; Kel. 20:110, Dia meneruskan pekerjaan pemeliharaan-Nya(Yoh. 5:17). Dia menerbitkan matahari dan menurunkan hujan (Mat. 5:45), memelihara hidup seekor burung pipit, dan bahkan menghitung rambut kita (Mat. 10:29-30). Di tengah pandemi ini pun kita diingatkan bahwa Allah, yang memperhatikan bunga di padang, juga telah mendandani kita (Mat. 6:30).Melalui pandemi ini kita dibentuk oleh Tuhan untuk tetap percaya bahwa segelap-gelapnya dunia ini, dunia ini tetap adalah dunia milik Tuhan dan Allah tetap adalah Bapa kita. ​Tidak ada satupun (penindasan, kesesakan, penganiayaan, kelaparan, ketelanjangan, bahaya, maupun pedang) yang dapat memisahkan kita dari kasih Kristus (Rom. 8:35). Tujuan akhir manusia adalah untuk memuliakan Allah dan menikmati-Nya selama-lamanya (Katekismus besar/kecil Westminster pertanyaan 1) dan ini menjadi nyata di dalam kesulitan hidup kita. Setelah semua pandemi ini lewat, biarlah dunia melihat bahwa anak-anak Tuhan tetap dapat menikmati dan bahkan bersyukur kepada Bapanya di sorga.

Jemaat GRII Karawaci, mari jalani panggilan kita di tengah pandemi COVID-19.

Salam, 
Pdt. David Tong, Ph.D.

Gembala Sidang GRII Karawaci

Atas nama seluruh Pimpinan Jemaat, Hamba Tuhan, Pengurus GRII Karawaci, dan Friends@GRII Karawaci.

GRII Karawaci @2020 All Right Reserved