Pdt. Agus Marjanto

Saudara-saudara, tanam di dalam hatimu, takut akan Allah.

Sama seperti seorang yang akan mendirikan sebuah bangunan, maka akan ada tiang pancang, beton yang akan ditanam terus. Semakin tinggi bangunan, semakin beton tersebut harus dalam.

 

Apa beton yang saudara tanam dalam hatimu?

 

Apa yang menjadi ketertarikan hatimu dalam hidup di dunia ini, yang engkau mau menanamnya, melekatkannya di dalam hatimu seumur hidup?

 

Alkitab mengatakan, takut akan Allah ! Fear of  the Lord !

 

Saya mau bertanya kepadamu, pernahkah saudara berdoa untuk meminta hal ini?

Pada malam hari engkau berdoa meminta apa? Untuk bisnis? Untuk kesehatan? Untuk anak? Untuk sukses?

Itu tidak salah.

 

Tetapi saudara-saudara minta hal ini, yang tidak bisa diberikan oleh manusia.

 

Saudara berdoa kepada Tuhan,

“Berikan aku takut kepadaMu, berikan aku gentar kepadaMu, berikan aku sungguh-sungguh aku boleh melihat Engkau dengan kemuliaanMu, dan aku boleh takut kepadaMu”.

 

Pertama, mari kita melihat Amsal 2:4-5, "Jikalau engkau mencarinya seperti mencari perak, dan mengejarnya seperti mengejar harta terpendam, maka engkau akan memperoleh pengertian tentang takut akan TUHAN dan mendapat pengenalan akan Allah."

 

Kadang saya melihat seorang mengapa dia dapat berumbuh rohaninya, makin lama makin dia hormat kepada Tuhan.

Dan saya melihat orang lain, orang itu tidak ada hormat kepada Tuhan. Apa yang membedakannya?

 

Setiap orang yang hormat kepada Tuhan, di dalam hatinya dia mengejar terus untuk mendidik hatinya takut akan Tuhan.

 

Takut akan Tuhan harus dididik di dalam hati kita.

 

Bukan takut sama orang kaya, takut sama pembesar, bukan takut sama masyarakat, bukan takut sama omongan orang.

 

Saudara-saudara, apakah saudara pernah berbicara hal ini kepada anak-anak saudara?

 

Dari kecil, katakan pada dia, kamu tidak perlu takut pada apapun saja, kamu harus takut pada satu ini, takut sama Tuhan.

Takut akan Tuhan .

 

Takut akan Tuhan terus tanamkan!