DAILY LIFE WITH GOD

Dec 2017
15
Psalm 17:2-4
oleh: John Calvin
Diterjemahkan oleh: Tirza Rachmadi
Bila Engkau menguji hatiku, memeriksanya pada waktu malam, dan menyelidiki aku, maka Engkau tidak akan menemui sesuatu kejahatan; mulutku tidak terlanjur. Kata-kata ini dapat dijelaskan demikian: Engkau, Tuhan, mengerti segala perasaan dan pikiran yang tersembunyi dalam hatiku, karena adalah hak-Mu untuk menguji manusia. Engkau tahu bahwa aku bukan orang yang bermuka dua, dan aku tidak menyimpan tipu daya dalam diriku. Daud meletakkan dirinya di bawah ujian Tuhan yang tidak berpihak; Tuhan yang menyelidiki rahasia-rahasia terdalam dari hati, dan yang tidak bisa ditipu oleh penampilan di luar.
Daud menyatakan waktu Tuhan mengujinya sebagai malam, karena pada waktu seseorang menarik diri dari rekan-rekannya sesama ciptaan, ia bisa melihat dosa-dosanya, yang biasanya tidak kelihatan, dengan lebih jelas. Adanya orang lain di sekitar kita menyebabkan kita malu, yang mencegah kita menguji kesalahan-kesalahan kita dengan sungguh-sungguh. Daud mengatakan, Tuhan, hati nuraniku dibukakan dengan lebih jelas pada waktu malam, semua topengnya dilucuti, dan pada saat itulah, ketika tidak ada orang untuk menghakimiku, segala perasaan yang baik dan buruk menyatakan diri dengan bebas; pada saat itulah ujilah aku, dan akan ditemukan, tidak ada topeng atau tipu daya dalam hatiku.
Tentang perbuatan manusia, sesuai dengan firman yang Engkau ucapkan, aku telah menjaga diriku terhadap jalan orang-orang yang melakukan kekerasan. Waktu musuh-musuh kita, dengan kejahatan mereka, memprovokasi kita untuk membalas kejahatan dengan kejahatan, biarlah kita belajar dari teladan Daud, untuk merenungkan firman Tuhan, dan mempertahankan mata kita pada firman. Ini adalah aturan yang baik untuk memimpin kita. Dengan cara ini, pikiran kita akan dijaga dari kebutaan, dan kita akan selalu menghindari jalan kekerasan. Tuhan bukan hanya ingin perasaan kita dikendalikan oleh hukum-Nya, tapi juga supaya kesabaran kita dilatih oleh janji-Nya. Ia menahan kita dari melakukan yang jahat pada sesama kita, bukan hanya dengan larangan, tapi juga dengan menjanjikan, bahwa Ia akan mengeksekusi pembalasan bagi mereka yang menyakiti kita, Ia mendorong kita untuk “memberi tempat kepada murka” (Rom. 12:19).
JEJAK DEVOTION