DAILY LIFE WITH GOD

Feb 2018
19
Mazmur 36
oleh: John Calvin
Diterjemahkan oleh: Tirza

Rasa takut kepada Allah tidak ada pada orang itu. Dalam ayat ini ada kontras antara orang fasik dan umat Allah. Orang fasik menipu diri mereka sendiri dengan pujian; umat Allah memberlakukan kontrol yang ketat akan diri mereka sendiri dan menguji diri mereka dengan ketelitian yang tajam. Orang fasik membuang segala kekang dan terjun ke dalam kejahatan; umat Allah dikekang oleh takut akan Allah. Orang fasik menyamarkan pelanggaran mereka oleh kepandaian bicara dan memutarbalikkan terang menjadi gelap; umat Allah dengan rela mengakui kesalahan mereka, dan oleh pengakuan yang tulus dibawa ke pertobatan. Orang fasik menolak segala penilaian yang benar; umat Allah rindu untuk dibenarkan dengan datang kepada terang seperti pada siang hari. Di tempat tidur mereka, orang fasik menciptakan berbagai cara melakukan kejahatan; umat Allah senantiasa berjaga-jaga untuk tidak merencanakan atau membangunkan keinginan jahat dalam diri mereka. Orang fasik memelihara penghinaan yang dalam dan keras akan Allah; umat Allah dengan rela memelihara ketidaksenangan yang tetap akan dosa mereka.

Ya TUHAN, kasih-Mu sampai ke langit, setia-Mu sampai ke awan. Meski kita melihat kekacauan yang menyedihkan dan mengerikan di tengah manusia, yang sanggup menelan habis pikiran orang saleh seperti jurang raksasa, namun Daud mempertahankan bahwa dunia ini penuh oleh kebaikan dan kebenaran Allah, dan bahwa Ia mengatur langit dan bumi dengan prinsip keadilan yang paling keras.

Sebab pada-Mu ada sumber hayat. Orang fasik tidak mengakui bahwa di dalam Allahlah mereka hidup, bergerak, dan berada, malah mereka mengira kekuatan mereka sendirilah yang menopang mereka. Sebaliknya Daud menegaskan dari pengalaman orang saleh, bahwa sumber dari hidup ada pada Allah. Tidak ada setetes kehidupanpun yang bisa ditemukan di luar Allah, atau yang bukan berasal dari karunia-Nya.

Lanjutkanlah kasih setia-Mu bagi orang yang mengenal Engkau. Dari sini kita belajar bahwa kesalehan sejati berasal dari pengenalan akan Allah, dan bahwa terang iman harus memberikan kita hati yang lurus. Kita juga harus ingat, bahwa kita hanya mengenal Allah dengan benar jika kita memberikan pada-Nya kehormatan yang adalah hak-Nya, yaitu ketika kita meletakkan seluruh kepercayaan kita pada-Nya.

JEJAK DEVOTION