DAILY LIFE WITH GOD

Jun 2017
29
Andalkan Allah Saja (2)
oleh: Thomas Lye
Diterjemahkan oleh: Vinny

29 Juni

Andalkan Allah saja (2)

“Percayalah kepada Tuhan” Mazmur 4:6

Tuhan Yahweh seharusnya menjadi obyek tunggal andalan orang percaya. Di tengah topan badai kita harus datang kepada Batu Karang ini sebagai tempat perlindungan (Yes. 26:4). Saat panas terik, pohon jarak Yunus terbukti tidak berarti; tidak ada tempat teduh yang menyamai naungan sayap-Nya (Mzm. 36:8). Andalan kudus merupakan satu tindakan lazim sekaligus istimewa, menyembah kepada Allah yang kudus. Ciptaan tidak ada yang boleh berbagian dalam hal ini, karena akan menjadi ilah atau allah palsu. Mempercayai dan mengandalkan Allah merontokkan engsel-engsel kepercayaan lain kita. Kita tidak dapat mengandalkan Allah dan juga uang. Harus hanya satu tali busur kepercayaan kita, dan itu adalah Tuhan. Secara lebih khusus, kita tidak boleh meletakkan andalan kudus kita kepada apapun, baik yang di dalam maupun di luar kita, selain kepada Allah.

Kita tidak dapat bersandar pada pengertian sendiri (Ams. 3:5), itu akan menuntun kita ke tempat berlumpur.
Kita tidak dapat mengandalkan hati kita sendiri, karena hati kita terlalu licik (Yer. 17:9).
Kita tidak dapat mengandalkan kekuatan fisik kita. Lengan yang paling berototpun akan gagal sama sekali tatkala diserang kematian dan penyakit. Kaki yang sekarang berdiri kokoh laksana pilar tembaga segera akan nampak keasliannya, pilar cetakan tanah liat yang rapuh.

Kita tidak dapat mengandalkan keunggulan-keunggulan alami kita yang adalah pinjaman, semua ini adalah kesia-siaan. Tidak ada juga hal-hal di luar diri kita yang dapat kita andalkan. Mengandalkan apapun yang merupakan bagian dari alam ciptaan ibarat memberi diri makan kerikil. Kita tidak boleh mengandalkan kekayaan yang melimpah; sekalipun dalam aliran paling lancar dan limpah, kekayaan adalah hal yang paling tidak menentu dan tidak akan berfaedah pada hari penghakiman. Orang yang mengandalkan kekayaan tidak pernah dapat mengharapkan warisan pusaka di sorga. Lebih mudah seekor unta masuk lubang jarum daripada seorang kaya memasuki gerbang kemuliaan sorga.

Demikian juga jika mengandalkan manusia, yang tidak lain adalah buluh yang patah. Manusia hanyalah debu dan harapan-harapan kita lenyap bersama kematian. Ah, tetapi orang kudus mendapatkan dasar fondasi kokoh dengan mengandalkan Allah! Semua yang kita temukan di dalam Allah akan mengajarkan kita untuk meletakkan kepercayaan kita di dalam Dia saja. Allah kita adalah tempat kita bersandar dengan aman.

Diterjemahkan dari buku “Voices From The Past” dengan cuplikan kotbah Thomas Lye (1621-1684), Puritan Sermons 1659-1689, I:375-376

Pembacaan Alkitab  Dalam Setahun: Yesaya 1:21–5:30

 

 

JEJAK DEVOTION